Hutan Lindung Dan Peziarahan Solear, Tangerang

Setelah puas melihat birunya Danau Biru dan megahnya Tebing Koja, kini saatnya saya masuk hutan. Hutan Lindung Solear yang termasuk di dalamnya lokasi Peziarahan makam Syekh Mas Massad begitu orang menyebutnya, saya berdua teman datang ke lokasi berkat canggihnya navigasi masa kini yang kadang bikin keki. Bagaimana tidak keki wong belum sampe tempate kok mati haha ia smartphone kalau sudah habis daya ya jadi gak smart lagi tinggal phone alias oon.

Yang bikin saya kesemsem sejak dulu pengen kesini tuh karena pengen lihatin monyet2 dari deket atau istilah kekiniannya mengamati kali ya. Buanyak banget ternyata monyet2 disini tapi yang bikin saya takut ialah bukan monyet2nya, justru para penjaja kacang lah yang menurut saya kelewat agresif. Baru juga sampe parkiran langsung digeruduk para penjaja kacang tersebut. Ma’af kata ya bukan menyama-ratakan dengan hewan liar hanya saja tidak sedemikian agresifnya kali saya aja belum turun dari motor langsung diserbu. Teman saya yang JET LAG alias puyeng gegara muter2 dari satu tempat ke tempat lain dibikin tambah puyeng oleh kejadian tersebut.

2017-08-27-308

Akhirnya saya beli dari salah seorang penjaja kacang tersebut dua bungkus kacang saja pun itu awalnya saya nggak niat banget tapi ya mau dikata wong saya di pepet biar pun lari ke toilet ehh si abang masih aja nungguin ehh busyeeet dah.

Saya suka suasana alam di hutannya, nggak luas sih hanya terdiri dari besarnya pohon bayur dan sejenis pinang gitu, andai saja tempat ini lebih terawat saya yakin akan lebih bersahabat. Sampahnya banyak banget yang berasal dari pengunjung juga sih sejatinya. Daun rimbun dari pohon bayur mengingatkan saya akan pemandangan di film2 Korea gitu duuhhh..

2017-08-27-306

Puas kejar2an dengan monyet atau tepatnya dikejar2 monyet hehe saya putuskan untuk mengahiri perjalanan hari ini dan gak kapok sih berkunjung kesini lagi cuma kudu hati2 aja sama penjual kacangnya hehe.

*Kacang dua bungkus yang saya beli yang niatnya untuk diberikan keapda monyet-monyet urung saya lakukan karena demi keamanan saya pribadi. Kebayang kalau kacangnya habis ckckck… bisa2 saya dikejar2 sama monyet deh hehe  tapi ini hanya preventive saja ya kalau kalian kesini dan mau ngasih makanan ke monyet2 ya silahkan saja gak dilarang kok.

Advertisements

3 thoughts on “Hutan Lindung Dan Peziarahan Solear, Tangerang

  1. hadeuhh.. sejak kejadian di uluwatu saya jadi tidak suka sama monyet dehh..
    mending jauh2 dari tempat yang ada monyetnya macam begini..
    *mlipir pergi*

    Like

    1. haha ia pas saya masuk area juga agak parno lihat monyetnya, saya tanya ke penjaga apa monyetnya agresif kaya di Bali mas, dia jawab sih nggak dan memang gak seagresif penjual kacangnya sih haha. saran aja kalau ketemu primata baiknya jaga jarak aman dan jangan kasih makan gitu menurut saya pribadi sih kak.

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s