Serunya Backpacker Ke Bali

Sebelumnya sudah saya posting kisah saya berpetualang ke Bali naik kereta api, namun saya rasa itu versi duka saja. Mumpung lagi good mood saya akan buka-bukaan bagaimana kisah saya ngebolang seorang diri hanya gara-gara keseringan baca blog orang yang sama gilanya dengan saya hehe.

Setahun yang lalu atau tepatnya 1 oktober 2015 saya nekat mengusir penat akibat kerjaan tiap hari bikin donat ehhh, maksud saya kerja buruh bikin gak sehat. Gimana mau sehat bro pergi pagi pulang malam untuk mencari istri hahaha maksud saya rezeki. Ok gak ada yang nyuruh memang kerja tapi ya karena dah gede juga masa mau bobo cantik aja dirumah gak mungkin juga kali ya om. Jadilah saya mogok kerja dan memutuskan ke bali naik kereta api tuuut tuuut tut. Alasannya sudah pasti lah sering kali didengar yakni irit seirit-iritnya umat. Namun harus siap sengsara ya hohho ahh lebay guehh.

Gais jarak Serang sama Bali itu kalau dilihat dari peta bagaikan dua buah batu dalam kolam, jadi satunya untuk berpijak dan satunya lagi untuk lompatan. Terus hubungannya sama postingan ini apa/// ok lupakan. Intinya cukup jauh ya apalagi lewat darat bwehh 3 hari 3 malam brayy baru bisa sampe kesana. Saya ngikutin jalur hemat yang biasa digunakan oleh para sesepuh backpacker yakni dari stasiun Pasar Senen saya menuju Lempuyangan naik kereta super ekonomis Bengawan seharga 75 ribu, stasiun andalan hemat untuk transit di Jogja, hemat saya nggak nanggung lho sekalian tidurnya di stasiun aja mengingat dari Jakarta jam tengah dua belas sampai sini malam banget sekitar jam delapanan lah telat dikit nih kereta sampenya akibat murah ya begini dah resikonya.

Stasiun Lempuyangan cukup bersih dan nyaman buat tiduran kok gais terlebih kalau bawa sleeping bag dijamin anget walaupun tidur di atas bangku panjang tapi harap berhati-hati saja takutnya ada hal yang tak diinginkan pilihlah tempat yang agak dekat dengan atm center. Soalnya pintu gerbang stasiun ini tidak dikunci alias kebuka aja gitu. Minusnya toilet berada di dalam jadi harus pinter-pinter nego sama security ya kaya ane nih pasang muka melas terus selfi bareng sama pak security baru di ijinin masuk hehehe lebay terus dah. Alternatif bisa pakai toilet umum seberang stasiun ada tuh di tempat penitipan motor, saya biasa disini nih kalau mau bersih-bersih cukup bayar 2 ribu aja.

Paginya langsung cuss naik kereta ke Banyuwangi naik kereta Sri Tanjung waktu keberangkatan jam 7 lewat 15 menit dan sampai sekira jam 9 malam lewat 15 kalau kagak molor tuh kereta, nyatanya jam 10 malam kurang baru sampe Banyuwangi. Disinilah perjalanan  saya makin diuji dengan bayar 100 ribu dijamin puaaas naik ini kereta cuy lama banget ternyata. Jam 3 sore baru sampai Surabaya mana laper lagi, akibat tersugesti oleh hemat jadilah saya makan roti saja bwehhh mantap.

Sesampainya di Banyuwangi guehh ia guehh sapa lagi coba, mau balas dendam sama roti dan mutusin makan nasi di sekitaran stasiun Banyuwangi Baru, saya pilih makanan yang berkuah nasi pake soto. Kedengarannya keren nih menu tapi nyatanya kagak cuyyy. Rasanya hambar dan dikasih kerupuk kaleng yang bulet entuhh pasti tau ya tapi melempem. Bukan bermaksud menjelekkan ya gais namun saya saranin gak usah beli disekitaran sini dah dan kalau pun kepepet dilihat dulu tempatnya jangan kaya saya asal masuk aja, bagusnya ni makanan harganya terjangkau sekitar 18 ribuan. Untungnya si ibu warung makan baik pas saya tanya dimana bu letak Pelabuhan Ketapang/// dia jawab deket dek langsung aja lurus ke depan lalu belok kanan sudah sampai dan gak usah terima tawaran tukang ojek katanya.

Sesuai rekomendasi para traveler iriters saya menghabiskan malam di Banyuwangi dengan tidur di Masjid Abnaissabill. Dengan tidur beralaskan karpet hijau ala pengajian saya melepas lelah letih belum termasuk lesu gais, di bawah basement masjid ini memang diperuntukkan untuk tidur para musafir, gelar tersebut memang layak disandang para traveler irit alias backpacker sejati haha bangga. Cukup dengan memberi infak seikhlasnya kita sudah dapat tidur dan mandi disni. Margot masjid ini cukup ramah dan tidak jarang memberi advise buat para petualang kaya saya ini, biasanya kan di masjid kan dapat tausiyah ya mungkin di sesuaikan dengan tema kali.

Matahari terlalu dini bersinar di Banyuwangi, jam 5 pagi sudah terang benerang mungkin efek klimatisasi kali ya atau tepatnya pergeseran waktu WIB dan WITA. Jarak Banyuwangi dengan Bali memang selayang pandang alias deket banget. Setelah puas memandangi sunrise of java saya bergegas ke pelabuhan ketapang yang berada di seberang masjid dan langsung menuju loket tiket ASDP Ferry seharga 8 ribu perak, sayangnya tiket ini tak tercantum data manifest kita sehingga apa yang terjadi beberapa bulan lalu yaitu ketika pada saat itu sebuah kecelakaan kapal penyebrangan ini membuat korban kecelakaan sulit diperkirakan jumlahnya bak kucing dalam karung aja gitu, alhamdulillah selama penyebrangan saya tak menemui kendala hanya di waktu saja ketika kapal antri untuk berlabuh di Pelabuhan Gilimanuk Bali. Mudah-mudahan hal buruk waktu itu tak terjadi lagi cukup sampai disitu.

Sejam kurang lebih waktu tempuh untuk menyebrang saya sudah berada di Bali, di pelabuhan Gilimanuk terdapat pemeriksaan KTP oleh TNI ada sekira 10an orang yang berjaga di pos pintu keluar. Ini dilakukan agar semua yang hendak ke Bali dapat diperiksa dan jelas tujuannya dan terhindar dari teror, amin. Lanjut berjalan sekitar 30 meteran dari pelabuhan ada terminal bus yang akan menghantar kita ke Denpasar, tepatnya terminal Ubung. Waktu tempuh dari Terminal Gilimanuk ke Terminal Ubung Denpasar sekira 5 jaman dan bisa lebih tergantung bus lama tidaknya berhenti di tiap pemberhentian. Biaya bus ini lumayan sekitar 40 ribu bahkan lebih tergantung situasi dan kondisi ya.

Bersambung…

*Gambar nyusul yaa

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s