Pulau Dua a.k.a Pulau Burung

Cagar Alam Pulau dua atau biasa juga dikenal dengan Pulau Burung merupakan lahan basah tepi pantai yang menjadi tempat konservasi hutan bakau sekaligus tempat migrasinya burung-burung dari berbagai negara, begitu informasi yang saya dengar. Lantas saya pun seperti biasanya kepoin tempat ini yang berada di negara bagian Banten tepatnya di Kota Serang, Kecamatan Kasemen, Sawah Luhur yang bertepat di teluk Banten.

 2012-04-07-1487

Singkatnya saya kesana dengan mengendarai roda dua andalan saya di bawah terik mentari pesisir yang njeletot alias panas gila tidak membuat nyali saya ciut lantaran saya sudah mempunyai sertifikat IP 68, yup dengan sertifikat ini saya setara dengan seri smartphone yang tahan debu dan air hingga kedalaman selutut, ya kalau air laut tidak disarankan hahha.

Ok fokus, akses ke Pulau Dua ini tidak sulit namun juga tidak bisa dikatakan mudah nahh lhoo, karena berada persis di jalan utama jalan Sawah Luhur-Banten Lama setelah rumah makan pecak bandeng bila dari arah Banten. Masuk melalui jalan tepian empang bandeng milik warga yang luas bak petak sawah cukup membuat saya tersesat karena banyak sekali persimpangan tapi jangan khawatir banyak warga kok disana yang siap jadi navigator bila kendala menanti. Yang menjadi faktor tersulit ialah ketika hujan jalan empang ini sangat amat licin dan bahkan tidak disarankan untuk meneruskan perjalanan bila belum sampai ke tujuan malah kehujanan hendaknya berbalik arah saja dan menunda kunjungan kesana.

Beruntungnya saya hari itu tidak hujan, Cuma gerimis dikit gak apa lah secara sertifikat sudah di kantongi hehehe. Tidak bisa dibilang beruntung juga sebetulnya soalnya pas kesana sudah tutup whaaat… ia tutup gara-gara saya kesorean pas di TKP, bukan berarti tidak bisa masuk sih gais soalnya tuh gerbang setinggi lutut yang dipalang dengan sebatang kayu. Untung aja sebatang kayu ya bukan sebatang pohon yang daunnya rimbun. Saya lompat masuk tanpa izin padahal jelas ini melanggar aturan tapi is okeh lah daripada kepikiran gegara gak masuk. Harap jangan ditiru ya gais untuk satu ini.

Pulau Dua a.k.a Pulau Burung dahulunya merupakan pulau terpisah dari daratan, yaiialah namanya juga pulau ya tapi kondisi saaat ini pulau tersebut telah menyatu dengan daratan akibat endapan sedimentasi yang lama kelamaan menyatu dengan pulau tersebut. Kemungkinan empang-empang warga ini lah sedimentasinya yang kini dijadikan mata pencaharian yang kalau dilihat seperti empang tak berujung yag menyatu dengan pulau, hanya hutan bakau atau mangrove yang menjadi pembatas antara keduanya.

 2012-04-07-1485

Begitu saya memasuki pulau ini nampak sejuk karena rimbunnya hutan bakau yang diprakarsai penanamannya oleh Pemerintah juga LSM seperti Wetlands International Foundation. Jangan lupa menggunakan lotion anti nyamuk bila hendak kesini, saya sendiri lupa menggunakannya mengingat ini kunjungan perdana saya. Banyak banget nyamuknya cuyy samapi ganggu fokus saya ke tempat amazing ini, banyak banget burungnya kaya banagau, kuntul dan sekte-sektenya, Cuma saya lupa dari negara mana saja mereka berasal soalnya gak sempet lihat paspornya hihihi. Ada menara pantau disini yang dapat digunakan untuk mengamati burung dan pemandangan disekitarnya.

Lagi asiknya saya blusukan kesini tiba-tiba penjaga tempat ini nongol, entah dari mana tahu-tahu nongol gitu aja dari balik semak bakau. Aduhh padahal saya pikir di pos jaga juga gak ada siapa-siapa gais namun rupanya ini apesnya saya deh, kalau sudah begini ya apa boleh buat saya harus kasih alasan seribu deh ke petugas. Setelah saya jelaskan niat saya yang penuh ketulusan ini akhirnya saya diterima dan ngobrol sama si bapak penjaga yang tak saya tanya namanya , saking asiknya kali jadi lupa deh. Katanya sih dulu tempat ini merupakan tempat pembuangan mayat sisa pembantaian jaman belanda dulu gais yang saat ini bisa dilihat di tepian pantai terdapat tulang belulang manusia begitu katanya, saya sendiri belum ke tepian pantainya mengingat terkendala di ijin mungkin lain hari saya coba telisik lagi kebenarannya.

 2012-04-07-1486

Hari semakin sore saya pun disarankan pulang karena beliau juga mau pulang jadi bareng deh saya bonceng sekalian sama motor saya sambil lanjut ngobrolnya ngalor ngidul, naik motor di sepanjang jalan yang kiri kananya empang membuat saya gagal fokus, hampir aja nyemplung ke air ditambah grogi juga bawa orang tak dikenal cuyyy. Menurut beliau juga nih kita boleh bermalam disini atau istilah kekiniannya tuh kemping ya dengan seijin beliau tentunya.

Bagi yang hendak kesini bisa juga melalui jalur laut lho, buat yang dari Jakarta bisa melalui pelabuhan Marina Ancol atau juga bisa dari Muara Angke tergantung agan mau sewa perahu atau speed boat dari mana saja. Dilihat dari denah kawasan pualu ini ternayta ada kawasan Pulau Satu juga yang menjadi pusat konservasi. Hanya saja aksesnya bukan dari sini, jadi bersambung deh eksplor pulau dua ini ke pulau satu nanti, ia nanti ya satu-satu hehe.

Advertisements

8 thoughts on “Pulau Dua a.k.a Pulau Burung

    1. Nggak horor sih kak cuma serem aja kalau hujan licin tuh jalannya soalnya kiri kanan empang bandeng gitu seukuran dua kali jalan sawah gitu deh lebarnya. Kalau ke Banten mampir kesini ya 😃

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s