Bandara Soekarno Hatta

Saya ingin berbagi kisah tentang pengalaman perdana saya menggunakan moda transportasi pesawat terbang. Di jaman sekarang ini bukan hal yg aneh dan sangat lazim orang menggunakan moda transportasi ini dengan singkatnya jarak tempuh dan menghemat banyak waktu menjadi pilihan utama banyak orang juga mengenai biayanya. Dewasa ini maskapai penerbangan saling berlomba menawarkan kursi murah, artinya dengan biaya yang cukup terjangkau dan bersaing kita dapat memilih maskapai mana yg cocok dengan kantong kita.
Seperti sebelumnya saya pernah posting tentang cara memesan pesawat di Traveloka.com, masih ingat? Naahh itulah hal pertama saya dalam melakukan segalanya ini. Setelah saya mendapatkan harga yg cocok dan jatuh hati dengan tawaran Lion Air pun saya langsung pesan tiket tersebut.
Tepat waktu saya datang di Bandara Internasional Soekarno Hatta, ya walaupun saya harus berangkat di pagi buta mengingat saya jauh dari Ujung Kulon pulau Jawa saya ingin se-tepat mungkin agar tidak tertinggal penerbangan perdana saya. Tentunya dengan hati deg-deg-an penasaran bercampur ragu saya beranikan diri sesantai mungkin untuk menghilagkan rasa gugup saya. Jam 7 pagi saya check-in di Terminal 1A dimana terminal domestic Lion Air berada dan agak sedikit bingung pula sebelum check-in apa saya harus bayar pajak Bandara terlebih dahulu. Ternyata setelah saya amati penumpang lain saya keliru dan urutannya seperti berikut:
Check-in terlebih dulu>Bayar Pajak Bandara>lalu menunggu keberangkatan di Lounge dan di tiket tertera nama Gate (gerbang masuk) untuk tujuan kita.
Ada sedikit insiden yg cukup membuat saya tertahan di bagian pemeriksaan, sebelumnya juga sudah diperiksa saat akan masuk counter check-in namun waktu itu tidak ada masalah. Barulah di bagian pemeriksaan selanjutnya saya digeledah dan diintrogasi gara2 ada deodorant spray di ranselku.
“maaf dek, bisa keluarkan dan apa isi botol semprot itu?” Tanya seorang petugas keamanan Sensor X-Ray.
Saya kikuk karena nggak sadar kalo di ransel ada deodorant spraynya. “Botol semprot?.. Ngg mungkin maksudnya ini pak?” jawab saya lagi sambal menunjukkan deo spray merk Adi***
“Itu untuk apa?” Tanya dia lagi.
“untuk ketiak pak, masa nggak tahu?” Timpal saya lagi dengan meyakinkannya.
Namun rupanya si petugas ragu dengan benda iitu dan menanyakannya pada rekan kerja disebelahnya. “Ini apa boleh dibawa?” tanyanya kepada teman kerjanya tersebut, namun si rekannya malah cuek dan tidak memberikan jawaban.
Dalam hati saya begini “Petugas ini apa belum pernah pake deo atau memang dia gk kenal sama benda primitive kaya gini, hello ini saya yg deso apa dia?” gumamku.
Belum puas dengan jawaban saya, dia kini meminta saya untuk diperiksa sekujur tubuh dengan diraba (aihhh bukan muhrim lho ya) dan saya turuti wong aku ran due salah og.
Pada akhirnya saya diijinkan masuk dengan Deo spray yg tadi si pembawa masalah.
Untuk itu kawan, saya pun coba googling dan ternyata memang benda cair dilarang dibawa di kabin kecuali di bagasi diperbolehkan. Agar terhindar kejadian yg cukup menyita waktu seperti saya pemula ini atau bila perlu peragakan apa itu Deodoran spray ke petugas agar ia mengerti kegunaannya. Maaf bila ada yg tersinggung ini Cuma seorang oknum saja dan bukan generalisasi seluruh petugas Bandara ya kawan.

Advertisements

9 thoughts on “Bandara Soekarno Hatta

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s