Kemping Dua Hari di Bukit Waru Wangi

Dua hari dua malam saya menghabiskan waktu di farm bukit waru wangi padarincang dan buat yang ingin kesini saya akan share tentang apa saja yang bisa dilakukan di farm bukit waru wangi, berikut beberapa hal yang saya lakukan:

Di tempat ini kalian bisa mendirikan tenda di padang rumput yang luas dengan pemandangan pegunungan yang indah sebagai latarnya. Untuk berkemah kita akan dikenakan tarif sebesar 15.000 rupiah perorang untuk satu malam. Memang cukup terjangkau namun ada sedikit perbedaan dari yang sebelumnya telah diberitahukan oleh pengelola via Instagram, yakni dikatakan tarif untuk berkemah perorang 10.000 rupiah dan biaya parkir 5.000 rupiah. Logikanya kalau merujuk pada tarif tadi saya harusnya membayar 25.000 rupiah per malam dengan deskripsi dua orang satu motor. Agak kecewa memang namun bukan itu yang membuat saya kesal tapi saya mendapati pengelola kurang sopan dengan mengatakan sebagai berikut

Pengelola: “Kak saya dengar kalau tenda yang kakak bawa bukan milik sendiri ya tetapi hasil sewa dari pihak luar, disini juga kami sudah menyiapkan tenda untuk disewakan.”

Maksudnya apa coba ngomong kaya gitu, apa kalau saya sewa tenda gak boleh Kemping disini? Atau mungkin maksudnya diharuskan sewa tenda di pengelola?

Logikanya kalau pun saya atau pengunjung lain bawa tenda dan hendak berkemah di bukit waru wangi terus ditanya hal di atas apa termasuk tindakan menyenangkan?

Dan satu hal lagi kita harus sudah meninggalkan tempat tersebut maksimal jam 10 pagi keesokan harinya apabila lewat maka akan dikenakan tarif lagi, ebusyeet dah ini bumi perkemahan apa hotel yak 😂

Untungnya saya ditanyakan hal demikian pas hari kedua, kalau seandainya dari awal mungkin saya tidak jadi kemping disini. 😤😤

Selanjutnya kita bisa treking menyusuri perbukitan dan mendaki gunung rangkong yang masih satu kawasan dengan bukit waru wangi, ketinggian gunung tersebut tidak seberapa namun jangan anggap sepele bagi yang belum pernah nanjak gunung karena saya jamin treknya bisa bikin ngos-ngosan. Harap diperhatikan kalau gunung rangkong biasa digunakan untuk jalur motor cross, jadi jika kalian ingin mendaki sebaiknya lihat situasi dan pastikan tidak ada kegiatan motor cross dan gunung rangkong mirip dengan gunung pinang yang seperti bukit.

Setelah lelah mendaki kita bisa santai setelah turun gunung ada banyak warung warga lokal dan juga cafe milik pengelola, seperti cafe pojok kopi dan cafe pasir angin. Silahkan pilih sesuai selera 😂

Di tempat ini kita bisa juga mengamati sekawanan sapi, kerbau dan juga rusa. Tapi kalau kalian mendirikan tenda harap diperhatikan kalau mendirikan tenda di tempat yang telah ditetapkan oleh pengelola karena sebagian besar padang rumput di kawasan waruwangi merupakan tempat merumput bagi kawanan sapi dan kerbau, kecuali rusa yang dikurung dalam kandang.

Namun masih ada saja kotoran sapi tercecer di lahan perkemahan, saya sempat terpeleset gegara menginjak kotoran sapi tersebut. Duhh apess bener.

Untuk akses jalannya cukup menantang dengan tanjakan yang super vertikal serta turunan yang curam, pastikan kendaraan anda dalam kondisi prima terutama di bagian rem dan ban.

Kondisi jalan cukup bagus, hanya dari gerbang masuk sampai ke dalam saja yang masih rusak dan dalam proses pengerjaan.

Untuk rekreasi sekedar melepas penat saya rasa tempat ini cukup rekomended dan bisa jadi alternatif untuk yang bosen dengan suasana pantai Anyer.

FYI: nama bukit waru wangi diambil dari dua nama desa disana yakni Bantar Waru dan Bantar Wangi yang posisi keduanya masuk dalam kawasan tersebut.

Advertisements

Hilang di Pahawang

Entah apa yang merasukinya tiba-tiba saja jam 9 malam teman saya ngabarin via WhatsApp

“Hasan kamu lagi dimana?” Isi pesannya.

“Lagi di rumah” jawab saya sok singkat 😁

“Yuk ikut ke Pahawang” ngagetin banget balasannya.

“Kapan..?” Sampe gemetaran ngetiknya juga 😁

“Sekarang jam 10 saya tunggu ya, tuh meeting poin sudah saya share” gak ada dosa banget emang ngasih tau dadakan.

Singkat cerita saya jadi ikut serta walaupun resiko bakalan satu rombongan sama emak-emak plus bapak-bapak berikut anaknya yang mungkin selalu saya hindari tapi apa daya wong ini gratis.

Jadi temen saya dapat jatah jalan-jalan dari program reseller entah produk apa saya kurang faham tapi yang saya tahu produk pertanian gitu.

Ok yang penting impian saya ke Pahawang terwujud pikir saya dan setelah menempuh perjalanan sekira 8 jam dan ditambah sejam lagi ke Pahawang dari pantai Klara, akhirnya jam 9 pagi dengan selamat bisa merasakan hamparan pasir putih pulau tersebut.

Agenda kegiatan sudah diatur oleh tour guide yang belakangan banyak dikeluhkan oleh panitia karena kurang profesional, atau mungkin “panitia” saja yang terlalu menaruh ekspektasi tinggi terhadap servisnya.

Setelah mendapat kamar di villa yang sudah disediakan oleh panitia dan itu pun harus berbagi satu kasur dua orang, ajegileee gratisan mana ada yang nyaman yak 😂 bersyukur saja bisa kesini.

Jam 10 sudah harus mengikuti program wisata snorkeling dan disinilah rombongan terpecah 2 bagian, satu yang kepingin banget snorkeling dan satunya lagi pengen ke pantai.

Saya termasuk yang kepengen banget snorkeling ya 😁

Dengan menggunakan perahu perlahan saya beserta rombongan snorkeling dihantar menuju spot snorkeling dekat pulau Pahawang yang jarak tempuh sekira 10 menitan sampai.

Ini pertama kalinya saya snorkeling dan cuaca juga cukup mendukung, langit cerah dan laut pun tenang. Yeayy.

Namun demikian tidak menjadi sempurna karena alat snorkeling sudah pada rusak dan air selalu masuk di bagian pernafasan, saya lebih suka mengenakan kacamata saja dan masih kesulitan mengatur nafas.

Pemandu dengan sigap memberi arahan dan tentunya mengabadikan momen, saya pun minta diabadikan saat momen menyelam dengan dikelilingi ikan yang cantik berwarna warni.

Perih memang ketika mata terkena air laut namun saya pikir sepadan dengan dengan apa yang saya dapatkan. Jernihnya air laut serta ikan yang seolah tak malu mendatangi setiap orang yang berenang menjadikan suatu hal yang wajib dicoba setidaknya sekali dalam seumur hidup 😂👍

Selesai acara snorkeling persis jam setengah dua belas dilanjutkan makan siang di villa dan setelahnya acara bebas sampai jam 5 sore.

Ini yang saya tunggu tunggu sedari awal perjalanan, waktunya membebaskan diri dari rombongan dan saya putuskan untuk menjelajahi pulau Pahawang yang saya perkirakan bisa mengitari pulau dengan menyusuri jalan setapak yang selebar motor tiga roda. Bukan merek semen ya 😁

Tapi sialnya sandal saya hilang entah kemana, padahal sewaktu saya mau mandi siang tadi masih ada. Terpaksa saya menggunakan sepatu padahal niatnya ingin main basah-basahan di pinggir pantai sambil menikmati sunset di pulau Pahawang. Ya sudahlah ..

Singkatnya setelah melewati beberapa rumah penduduk saya mulai mendapati rumah penduduk semakin jarang yang tadinya berpuluh-puluh rumah jadi belasan dan seterusnya hingga saat saya hanya menjumpai satu rumah saja dan jaraknya sudah terlalu jauh dari perkampungan.

Untung masih bersamaku karena niat untuk treking menyusuri pulau Pahawang ini tidak sendirian, ya benar temanku mau ikut serta dalam ide pelarian ku dari ribetnya kelakuan bapak ibu plus anaknya yang labil. Bayangkan saja jalan-jalan ke pulau tapi bawa koper segede gaban dan itu bukan satu dua orang yang bawa. Kadang pengen bilang syukurin ketika koper mereka tidak bisa ditarik di tanah berpasir dan belum lagi sewaktu perjalanan dari bus hingga di kapal tuh mereka gak ada yang diem, terutama bapak-bapak ada aja yang mereka omongin.

Asli gondoknya kalau para ortu baru melek teknologi terutama orang kaya baru tuh kelakuannya norak abis deh. Kalau saja saya dikenakan biaya dalam tour ini pasti sudah merepet mulutnya disana bukan di blog ini 😂🙏

Ok fokus pada pelarian tadi, menyusuri pulau Pahawang ternyata tak semulus mendaki gunung. Petaka mulai muncul ketika matahari sudah kembali ke peraduannya dan tibalah saat kami berada di tengah hutan dan perasaan ada yang mengawasi dari atas pepohonan membuat bulu kuduk berdiri.

Kondisi mencekam saya alami ketika saya melihat sesuatu dari atas pepohonan, hitam besar dengan cepat menghilang. Teman saya tidak percaya dengan apa yang saya lihat dan meyakinkan untuk tawakal.

Saya coba menenangkan diri dan toh kejadian janggal kaya gini sudah pernah saya alami jadi anggap saja bonus, pikir saya.

Dan kami berdua dibuat kaget berjamaah karena kali ini kita berdua bisa melihat dengan jelas sosok hitam besar tersebut. Bukan cuma satu tapi banyak seperti 5×6 yang hasilnya genap tiga puluh.

Sosok hitam besar itu rupanya lutung dengan ekor panjang namun masih lebih besar yang di cibaja sewaktu kemping di sana saya juga pernah melihatnya.

Seremnya tuh sepanjang perjalanan kami terus melihat lutung bergerombol dengan muka menyeringai seolah terganggu dengan kehadiran kami. Ia kali Tung gue juga kepaksa ketemu Lo dan entah kenapa kalian jauh lebih imut ketika di kebun binatang aja, kalau di habitatnya sih sangar ya 😁

Semakin malam semakin merinding, efek nonton hereditary plus pengabdi setan rupanya bikin saya parno ketika menemukan sebuah rumah. Padahal sewaktu diganggu lutung tadi (apa kebalik ya kami yang ganggu) saya melihat banyak rumah penduduk dari kejauhan tampak samar lampu rumah warga menyala.

Jadi keinget sama kejadian turun gunung Pulosari kemalaman dan rasanya hal ganjil seperti ini bakalan terjadi lagi, ahh serem…

Makin serem lagi ternyata kami sudah dihadang oleh si penghuni rumah persis di depan halamannya. Seorang pria tua dengan hanya mengenakan sarung tanpa baju dan handuk oranye lusuh tergantung di pundaknya.

“Mau kemana cu…?” Si bapak menyapa dengan datar tapi gak hambar.

“Mau ke villa kembar pak” jawab saya dengan sebenarnya.

Saya dan teman saya sudah frustasi karena selain sinyal hilang juga kondisi medan tidak sesuai dengan di google map, rute tidak sesuai serta sinyal internet mati jadilah bertanya kepada warga lokal menjadi solusi. Belakangan saya dibuat frustasi juga karena arahan navigasi warga lokal tidak akurat seperti jarak tempuh yang dalam kenyataannya masih jauh.

Kadung frustasi akhirnya teman saya ingin menyudahi perjalanan gila ini dan tibalah di sebuah rumah dekat sekolahan yang di sekelilingnya bayak pohon yang di atasnya masih banyak lutung bergerombol, back to nature tuh gini ya 😁

Kami tanya soal arah ke villa kembar dan jawabannya sungguh memuaskan yakni masih sekira puluhan kilometer lagi, alamak…

Setelah negosiasi dengan disertai muka memelas akhirnya ada warga yang mau dijadikan tukang ojek dadakan, walaupun kondisi motornya tidak disertai lampu penerang depan namun sanggup membelah pekatnya malam dan kuat diajak nanjak pegunungan meskipun matic dengan kami bertiga di atasnya. Mantab..

Makan malam rupanya masih tersisa untuk kami berdua dengan menu seadanya, yah inilah sisa memang tinggal sisa 😭😭

Setelah makan malam saya mulai merasakan keram di kaki kanan saya, mungkin efek naik motor tadi dengan posisi kaki tergantung karena step motor matic yang hanya cukup untuk satu orang.

***

Pagi sekali saya bangun karena ingin mengabadikan momen matahari terbit, rupanya pagi seindah ini hanya saya seorang yang menikmati. Yang lain masih asyik dengan mimpinya, mungkin saja biduan dangdut di acara semalam masih menari-nari dalam mimpi mereka.

Setelah sarapan pagi rupanya masih tersisa beberapa kegiatan, sekalian meninggalkan pulau Pahawang kami menuju spot snorkeling pulau Pahawang lainnya. Karena keram otot di kaki saya tak kunjung reda akhirnya saya memutuskan untuk tidak melakukan apa-apa selain melihat hebohnya para rombongan main banana boat dan snorkeling dan snorkeling.

Dan kegiatan hari ini ditutup dengan mengunjungi Pulau Kelagian yang rutenya searah dengan jalan pulang ke Pantai Klara.

Di Kelagian saya merasa ketagihan dengan panorama pantai yang indah sekali serta halusnya pasir pantainya menjadi solusi terapi akan penat di hati ehhhh…

Oh ia sandal saya hilang entah kemana sedari kemarin siang tak kunjung datang, sempet dongkol sih karena penasaran saja kiranya siapa yang mengambilnya, belakangan saya ketahui kalau sandal saya dipakai oleh tour guide. Mungkin dia lebih membutuhkannya walau berat hati ya Udin deh relakan meski tak rela 😭😂

Seru-seruan di Pulau Kelagian Lampung

Judulnya emang seru-seruan karena memang di pulau Kelagian ini seru banget buat saya karena selain tempatnya sepi dan bersih juga pasir pantainya itu lho lembut banget, ok deh biar dikata gak lebay saya katakan kalau pasir pantainya halus dan lembab dan jadi kepengen ngubur badan gitu deh 😁 (ini sih tambah parah lebay/-nya ya).

Pulau Kelagian ini dekat sekali kalau kita nyebrang ke pulau tersebut dari Pantai Klara dan keduanya masih di wilayah Pesawaran. Oh ia buat yang sudah pernah ke pantai Sari Ringgung lurus saja kalau mau ke pantai Klara. Dari dermaga pelangi pantai Klara pun Pulau Kelagian sudah nampak jelas terlihat dan waktu tempuh pun relatif singkat sekira 15an menit tergantung kondisi gelombang laut.

Dermaga pulau Kelagian hanya memiliki satu dek atas dan tidak memiliki sub dek bawah yang seharusnya dapat digunakan manakala kondisi air laut sedang surut. Alhasil saya harus turun dari perahu dan agkat sepatu dan celana panjang harus dising-singkan agar tidak basah karena harus jalan dari bibir pantai yang imbas dari perahu tidak bisa bersandar di dermaga.

Terdapat toilet umum dan mushola serta warung makan yang sepertinya ada beberapa yang tutup karena saya datang pas week day.

Untuk harga saya sudah termasuk dengan paket pulau Pahawang jadi pastikan ke agen tour kamu kalau memang hendak mengunjungi pulau ini. Untuk home stay sepertinya belum ada (mohon koreksi) jadi perjalanan ke pulau Kelagian saya lakukan setelah menginap di Pulau Pahawang dan disana banyak sekali home stay dan villa.

Selain pasir pantainya yang lembut juga gradasi warna air laut di pantainya sangat memanjakan mata, warna biru dengan gradasi tosca membuat saya menghayal kalau ini di Maldives 😂

Untuk Kemping sepertinya tempat ini bagus banget dan terlebih karena tidak terlalu jauh dari daratan sehingga tidak menyita banyak waktu manakala jatah libur yang mepet banget.

Selamat berlibur 😁☀🏊

Pengalaman Menggunakan Shopeepaylater

Baru satu bulan ini saya akhirnya kebagian mencicipi fitur pembayaran cicilan 0% dari aplikasi Shopee dan untuk diketahui bahwa fitur ini tidak semua pengguna mendapatkannya jadi dapat dikatakan mungkin saya lagi beruntung saja 😂

Sebelumnya di awal tahun ini adik saya sudah duluan kebagian fitur tersebut, saya dengan sabar menanti hingga saat itu pun tiba.

Anehnya tiap akun tidak sama rata kebagian limit kredit Shopeepaylater, misalkansaja adik saya hanya kebagian limit 500 ribuan dan temanku juga dapat sekira 1,8 jutaan dan sedangkan saya cuma 2,8 jutaan. Sombong..

Sebelumnya buat anda yang belum install aplikasi Shopee bisa deh klik link berikut ini dan dapatkan Cashback 50% untuk pembelian pertamamu dengan kode: HASSA246. Yuk, download aplikasi Shopee sekarang dan nikmati belanja dengan gratis ongkir! https://shp.ee/advqcxc

Untuk melihat apakah anda termasuk yang sebut saja beruntung mendapatkan Shopeepaylater, silahkan lihat di bagian akun atau ikon “orang” di aplikasi Shopee dan lihat di bagian bawah setelah shopeepay, untuk jelasnya lihat gambar di atas tadi yang saya berikan garis besar. Jika ada maka ikutilah petunjuk dari shopee untuk proses verifikasi data selanjutnya dan sebaiknya proses tersebut dilakukan di siang hari, sesuai pengalaman saya ketika mencoba verifikasi data di malam hari selalu gagal namun mungkin di kasusnya saya saja hal tersebut terjadi.

Ok abaikan soal limit kredit Shopeepaylater tersebut karena sebenarnya yang ingin saya sampaikan hanyalah pengalaman saat menggunakannya. Jadi di Shopeepaylater ini ada dua metode pembayaran yakni cicilan 0% untuk mekanisme bayar nanti bulan depan, sedangkan cicilan bunga ringan berlaku untuk angsuran tenor maksimal 3 bulan pembayaran. Semua itu transaksi tersebut tanpa minimal nominal pembayaran.

Dan ada fitur istimewa lagi di akun Shopeepaylater saya seperti pinjaman uang tunai dengan limit 1,8 jutaan. Sepertinya semua fitur tersebut memang cocok untuk Anda yang doyan banget belanja dan sedangkan kondisi keuangan belum stabil alias gajian belum turun dan bahkan hilalnya pun belum terlihat 😂

Buat kamu pengguna Shopee baik yang sudah ada fitur tersebut dan juga untuk yang belum ada pun sebaiknya bijaksana ya dalam menggunakan fitur tersebut, bukan bermaksud menggurui hanya saja saya sering sekali di DM Instagram saya ada beberapa orang yang menanyakan perihal si A ke saya yang katanya ia mempunyai piutang dan hilang kontak sudah beberapa bulan ini. Tuh kan ganggu kehidupan orang lain juga gegara kita yang kurang bijak dalam menggunakan aplikasi atau fitur fintech yang marak beredar saat ini.

Oh ia saya punya trik buat yang sudah punya Shopeepaylater bila ingin mengajukan cicilan 0% sebaiknya check out belanjaan anda pas akhir bulan sekira tanggal 25, misalkan tanggal 25 Agustus kita check out belanjaan dan nanti jatuh tempo tagihannya adalah tanggal 5 bulan Oktober, lumayan kan bisa bernafas dalam kubur 😀😄 maksudnya bisa tuh ngumpulin duit buat bayarnya nanti. Anggap saja kita bakalan punya waktu sekira 2 kali gajian.

Itu saja pengalaman saya dan semoga membantu dan bermanfaat bagi anda semua, selamat berbelanja 😂👍

Pengalaman Menginap di Pelabuhan Bakauheni Lampung

Baiklah sebelumnya saya sempat gagal memberikan gambaran atau pengalaman saya ketika menginap di pelabuhan Karangantu yang horor banget kalau malam, bukan horor hal mistis ya tapi karena nyamuk bertebaran di mana-mana. 😂

Jadi gini ceritanya, buat kalian yang lagi nyari referensi tempat menginap ala backpacker di Lampung dan terlebih lagi kalau kamu kemalaman sampai Bakauheni sebaiknya menginap saja di pelabuhan Bakauheni.

Etapi bukan di luar pelabuhan ya nginepnya, ok kita ini Backpacker tapi soal kenyamanan nomor satu dan paling utama sih sudah pasti murah dan bahkan gratis.

Serius di pelabuhan Bakauheni gratis kok, cuma ya gitu ada harga ada kualitas ya 😁

Tidur ala kadarnya beralaskan karpet namun sudah disediakan kipas angin agar tidak digigit nyamuk tetapi buat yang gak kuat dingin sih sebaiknya pakai sleeping bag atau apa saja yang penting hangat aja.

Sewaktu saya menginap di pelabuhan Bakauheni cukup aman tapi tetap waspada gak pernah lupa. Saya seringkali menyimpan dompet di kantong bagian dalam jaket serta kartu ATM saya pisah di dalam kaus kaki untuk keamanan.

Penting banget ya bawalah uang cash secukupnya saja di dompet dan selebihnya di kartu ATM saja.

Untuk urusan mandi sih toilet umum di pelabuhan Bakauheni bisa diandalkan untuk hal tersebut, cuma ya jangan lupa bawa sendal jepit soalnya toilet pelabuhan Bakauheni becek banget 😁 dan untuk kaum wanita hati-hati kalau sedang di toilet, bukannya apa soalnya banyak banget laki-laki khususnya masuk toilet wanita begitu saja, entah apa alasannya yang jelas toilet pria tuh ada di ujung satunya woyy pak, mas, Abang dan lainnya.

Satu lagi yang bisa saya rekomendasikan untuk anda yang hendak bermalam disana jangan sungkan untuk menggunakan fasilitas WiFi pelabuhan Bakauheni Lampung yang kecepatannya lumayan banget 😁👍

Emang internet ngebut buat apa sih kakak?

Buat saya sih ya paling update status dan download download gitu aja 😂

Semoga bermanfaat dan selamat berlibur ya 😁👍

Pengen Jadi Bikepacker

Oh hai kali ini postingan dengan sedikit lebih banyak tentang keinginan saya ingin melakukan perjalanan touring dengan sepeda dan agaknya di Indonesia sudah banyak legend yang melakukannya seperti Mas Paimo dan Kang Golagong serta masih banyak nama beken lainnya di dunia bikepacker.

Namun semuanya bukan sekedar untuk menjadi beken semata, akan tetapi saya yakin anda yang senang bersepeda pasti merasakan feel yang kalau disebutkan mungkin takkan ter-utarakan dengan kata-kata. Pasti setuju bukan kalau hanya anda, saya dan tuhan yang tahu rasanya.

Terkesan dengan video para Bikepacker yang berkelana mengelilingi dunia dengan sepedanya juga buku bersepeda mengelilingi dunia yang saya baca di perpustakaan daerah provinsi Banten menjadikan saya sedikit berkeinginan namun juga sekarang semakin banyak keinginan tersebut belakangan ini.

Ketika saya melihat sepeda gunung adik saya di rumah menganggur rasanya keinginan tersebut semakin menjadi dan inilah permulaan akan keinginan tersebut…

Pagi itu saya mencoba untuk mengendarai sepeda tersebut dan entah kemana yang terpenting dalam hati saya harus jalan kemanapun. Anggap saja sebagai pemanasan manakala nanti saya benar-benar siap untuk bikepackeran.

Mulai aja dulu 😂

Dari Kabupaten Serang tepatnya di Kragilan saya menggenjot pedal sepeda saya menuju Keraton Kaibon di kawasan Banten Lama yang jaraknya sekitar 24 Kilometer. Untuk pemula seperti saya jarak tersebut cukup membuat dengkul copot namun semangat masih saja belum reda hingga tiba di Kasunyatan sepeda saya tumbang, “gila ban belakang bocor” panik karena saya tidak memiliki peralatan repair sepeda sendiri dan memang saya belum aware apa saja yang harus dimiliki seorang Bikepacker. Yang saya tahu ketika menonton video seorang Bikepacker hanyalah manisnya saja. Sekarang saya faham inilah permulaan yang harus dihadapi di kenyataan bahwa hal seperti ini harus menjadi antisipasi atau setidaknya saya sudah bersiap diri kedepannya.

Untung selalu ada bagi orang Indonesia 😉 karena saya dapat menemukan tukang tambal ban. Setelah dibuka ternyata ban dalam sepeda tersebut pecah sekitar 2 sentimeter dan katakan itu robek. Sepertinya saya terlalu banyak menambahkan angin sewaktu start dari rumah tadi. Ok poin penting berikutnya adalah pastikan tekanan ban dalam ukuran standar.

“Bang tolong diganti saja ban dalamnya dengan yang baru, ada kan?” Saya menanyakan kepada Abang tambal ban.

“Ada sih dik tapi saya coba ditambal saja ya sepertinya gak papa kok” dengan enteng si Abang tambal ban meyakinkan saya kalau semuanya aman.

Beres lah urusan tambal menambal ban tersebut dan saya diuntungkan kembali karena saya bisa mengistirahatkan kaki saya yang lumayan keram saking semangatnya gowes.

Baru sampai di pintu masuk Keraton Kaibon, seorang ibu penjual makanan menegur saya “kang ban sepedanya kempes tuh” spontan saja saya langsung menengok bagian belakang sepeda.

“Padahal baru saja saya dari depan sana menambalnya Bu” dengan kesal bercampur dongkol seketika rasa ingin menikmati kawasan Banten Lama sirna karena masalah ban ini. Dalam hati membatin kesal tak terhingga sama Abang tambal ban yang ngeyel banget kalau saya mau ganti ban dalam sepeda tersebut.

Saya tuntun sepeda tersebut hingga melewati jembatan pelangi Banten Lama dan terus sambil mencari tukang tambal ban. Karena saya tidak juga menemukan tukang tambal ban akhirnya saya sukses bertanya kepada bapak bengkel motor “pak bisa ganti ban dalam sepeda gak?” Disertai muka memelas biar dikasihi haha. “Wah gak ada ban sepeda, coba di seberang jalan sana ya dik” sambil menunjuk ke sebuah bengkel lainnya.

Bengkel tersebut persis depan jalan raya dekat Stasiun Karangantu yang sepertinya memang spesialis di sepeda dan sepeda motor juga, bahkan mobil. Paket lengkap yesss 😁

Baru sadar kalau uang di dompet sisa 35 ribu, saya dengan sedikit malu bertanya “kira-kira biaya penggantian ban dalam sepeda tersebut berapa ya pak?” Tanya saya kepada bapak bengkel tersebut yang usianya sudah lumayan lah soalnya sudah beruban rambutnya.

“Tiga puluh lima ribu dik” jawabnya meyakinkan. Ya ampun pas banget ini duit di dompet ya, apa mereka sudah jodoh antara isi dompet sama tambal ban 😁 #becanda

Gondok juga inget pas nambal pertama tadi saya dikenakan biaya 15 ribu, mana bertahan lima belas menit doang lagi tambalannya. Kamp******t lah 😂

Mending diganti sekalian memang keinginan awal saya juga biar gak was-was lagi.

Kelar urusan tambal menambal, kini giliran dompet kosong melompong yang takutnya ban bocor lagi gimana ini. Saya ingat punya temen di daerah Sawah Luhur dan segeralah menelponnya.

Cuy tolongin gue nih yak, gue mau mampir tapi tujuannya mau pinjem duit buat jaga-jaga aja soalnya tadi ban sepeda saya bocor dan duit saya habiskan untuk urusan tambal menambal tersebut.” Pokoknya itulah yang saya katakan dengan jujur dan sesingkat-singkatnya.

“Ebusyet sejak kapan lu naik sepeda, serius bro?” Dengan terkekeh kecil dia seakan tak percaya tapi kenyataan.

Sekedar informasi juga si temen saya ini orangnya asik, dia tuh kalau ngajak saya selalu soal kesenangan dan jarang sekali dia berkeluh kesah. Kaya traktir saya nonton 4DX di CGV Central Park, dan lainnya. (Teman macam apa saya ini ya 😁 I am friend with benefits, hell yeah #LoL

Gak kok, saya gak niat bandingin teman satu dan lain karena sesungguhnya semua teman saya adalah orang paling baik dengan caranya sendiri. Hugh. 😍

Dia pengusaha kuliner bakso dan sampai sekarang belum mau buka cabang, padahal rasa bakso buatannya tuh mantul bener 😁 duhh jadi endorse ya..

Dari jam 12 sampai jam 3 saya numpang makan siang di warung baksonya sekalian istirahat dan rasanya kepalaku migrain.

Puas sudah istirahat, akhirnya saya pamit pulang dan tidak lupa mengingatkan dia kalau saya mau pinjem uangnya buat jaga-jaga di jalan. Poin penting lagi berikutnya adalah pastikan isi dompet mencukupi atau lebih baik melebihi kalau-kalau hal semacam ini terjadi lagi.

Dengan gontai menuju perjalanan pulang ku kayuh sepeda tersebut dengan sesekali kondisi bokong saya angkat agar mengurangi rasa panas mengingat kondisi sadel sepeda begitu keras dan tipis banget. Pokoknya besoknya akan saya upgrade sadel sialan ini 😁

Dengan melakukan perjalanan awal dalam mencoba untuk menjadi seorang Bikepacker, saya jadi punya banyak poin penting untuk memulainya dan terutama di kondisikan dulu sepedanya agar nyaman dikendarai, lalu poin krusial dalam Bikepacker ialah masalah finansial yang menjadi tonggak utama. Lalu jangan lupa juga cek daftar teman di sosial media apakah mereka berada pada di lokasi yang akan saya lalui, siapa tahu mereka mau menerima kunjungan kita ya kan dan syukur-syukur dijamu dengan baik, Alhamdulillah semoga Allah memberikan kebaikan yang sebaik-baiknya untuk mereka yang menjamu tamu dengan baik. Amin. 😁👍🙏

Saat ini saya masih sedang mempersiapkan berbagai hal untuk menjadi seorang Bikepacker, terutama sepeda touring yang sampai saat ini harganya bikin kantong saya emosional, juga karena saya masih menganggur jadilah banyak mau sedikit kemampuan yang agaknya mimpi menjadi seorang Bikepacker akan menjadi mimpi yang cukup panjang untuk terwujud. Semoga disemogakan amiiin…

Kalau kalian saat ini memimpikan hal apa?..

Beli Tiket Ferry Pakai e-money

Jadi sekarang ini apapun sudah canggih ya dan saat ini di pelabuhan Merak-Bakauheni juga sudah menerapkan pembelian tiket pakai e-money, lalu seperti apa mekanismenya di lapangan? Yuk disimak pengalaman saya kemarin sewaktu bolak balik Merak Bakauheni.

Saya juga baru tahu setelah searching harga tiket Ferry di internet dan ketemulah beberapa berita bahwa sekarang transaksi di pelabuhan Merak-Bakauheni sudah cashless dan sialnya kartu e-money yang berlaku disana ialah kartu dari Bank Himbara yang kepanjangan dari himpunan bank BCA negara 😂

Jadi disini kasusnya selain kartu dari bank pemerintah semisal Bank BTN, BNI, BRI, dan Mandiri maka akan mubazir dan harus membeli lagi kartu e-money yang berlaku, sungguh terlalu dan mau gak mau saya harus beli lagi pinjam dong daripada buang uang.

Singkatnya setelah tiba di lokasi ternyata di loket sudah banyak orang yang ingin menyeberang namun bikin rusuh alias pada bingung, ada yang nanya kartu e-money saya bisa dipakai atau engga sampai ada yang nanya kartu kredit bisa dipakai engga, ia kali kita mau beli barang ahh..

Lucunya ternyata kartu e-money tersebut digunakan bukan seperti di Transjakarta, commuter Line ataupun Transjogja dan MRT Jakarta belum saya sebutkan ya soalnya belum pernah pakai 😂

Jadi kartu e-money digunakan untuk membeli tiket fisik yang selembar kertas hanya saja bayar di loket harus pakai e-money, ia pakai e-money. Sama aja di loket pembayaran tiket tetap kisruh karena ada yang belum tahu saldonya berapa, yang mau top up juga banyak dan pokoknya semrawut dah.

Buat yang berwenang akan hal ini mohon diperhatikan kembali kebijakan yang setengah kentang ini digunakan di pelabuhan sebagai mana mestinya canggihnya.

Untuk manifes penumpang kini sudah canggih karena cukup KTP elektronik kita di tap di reader maka sudah muncul datanya, salut untuk yang satu ini 👍😂

*Pemesanan tiket menggunakan e-money berlaku juga di pelabuhan Gilimanuk dan pelabuhan Ketapang/ dari berbagai sumber.